Recent Updates Page 2 RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Nilna 7:26 pm on October 12, 2011 Permalink | Reply  

    Semesta bertasbih 

    Semua bertasbih…

    Bintang-bintang, planet-planet, satelit-satelit alam.

    Semua benda-benda langit bertasbih

    Malaikat juga…

    Dan kita juga…, meskipun jauh dari Baitullah, tapi dengan sholat dan berdzikir mengingatNya. Kita bertasbih.

    Ayo, tinggikan kalimat Allah, bersama alam semesta :)

     

     
    • sugengsuprayogi 12:01 am on October 13, 2011 Permalink | Reply

      Subhanalloh

  • Nilna 7:11 am on October 12, 2011 Permalink | Reply  

    Islam is not a burden, it is a privilege. Out of the billions of people who are upon disbelief and misguidance, Allah chose you to be rightly guided. Don’t miss out on this opportunity by being ungrateful.

    from al-ikhlas tumblr
     
  • Nilna 8:37 am on October 10, 2011 Permalink | Reply  

    My breakfast! 

    Morning has come. Time for breakfast!

    bread, fruits salad, and milk :3

    pancake with cheese, hot chocolate, and biscuits :3

    Alhamdulillah Ya Rabb.

     

    Have a nice day, all!

     
  • Nilna 2:43 pm on October 9, 2011 Permalink | Reply  

    What is happiness? 

    Happiness is....

    Kebahagiaan sejati adalah ketika kamu menjadi manusia bebas dengan fitrah yang melekat pada dirimu, yaitu fitrah sebagai hamba Allah SWT.

    Tanpa disadari, kadang manusia terkekang dengan hawa nafsu dan keindahan semu dunia. Sehingga manusia menjadi budak dari hawa nafsu mereka, hidup mereka hanya untuk memenuhi keinginan mereka, yang terkadang hal itu adalah salah.

    Hawa nafsu yang jahat, semua itu adalah dari syaitan. Dan syaitan tidak akan memberikan kebahagiaan apapun juga, syaitan hanya bisa menipu dan kemudian meninggalkan manusia dalam kehampaan.  Ketika manusia menuruti hawa nafsunya untuk mendapatkan uang dengan cara tidak halal, karena bisikan syaitan. Yang ada bukanlah kebahagiaan, tapi yang ada adalah ketidaknyamanan, kekhawatiran, dan kegelisahan. Ya itulah hasil dari kita jika mengikuti syaitan.

    Ketika seorang manusia membebaskan dirinya dari hawa nafsu mereka dan ikhlas sepenuhnya kepada Allah SWT, maka ia akan menjadi manusia paling bahagia di dunia dan tentunya di akhirat. Seseorang yang ikhlas kepada Allah SWT, tidak akan takut pada apapun, kecuali kepada Sang Penciptanya. Ia tidak akan takut kehilangan atau kekurangan harta benda dan jiwa, karena ia tahu Allah SWT Maha Mencukupi segalanya untuknya, dan ia merasa bahagia akan itu.

    Seseorang yang bahagia, tujuan hidupnya adalah untuk mencapai ridho Allah SWT, dan pikirannya hanya dipenuhi oleh hal-hal untuk membahagiakan Allah SWT.

    Seseorang yang bahagia, ia tahu, bahwa dunia ini hanya sementara, sementara keabadian ada di akhir nanti, saat ia tersenyum bahagia ketika bertemu Allah SWT dan Sang Penciptanya pun bahagia bertemu dengannya.

    Ya itulah kebahagian.

     
  • Nilna 5:26 pm on October 8, 2011 Permalink | Reply  

    Wahai jiwa-jiwa yang Ikhlas 

    Betapa banyak orang yang terpenjara dalam sempitnya sangkar hati yang begitu sangat membelenggunya. Sedangkan kunci untuk memerdekakan hidup dan batinya tersebut hanyalah dengan ikhlas. Namun keadaannya masih juga belum berubah. Semua karena keengganan atau rasa separoh hati yang menuruti perhitungan untung rugi yang dikatakan logikanya. Maka ditangguhkannya kemerdekaan jiwanya tersebut dan dinikmatinya kesakitan yang berkepanjangan. Jika semua sudah sampai pada titik puncak, sayang sekali bahwa dia lalu melanjutkan kemarahan dan penghujatan tiada henti kepada Allah,karena merasa telah didholiminya. Tidak, sama sekali tidak, Allah adalah sang maha penyayang atas hambaNya.

    Sejenak lihatlah betapa telah jelas terbukti bahwa alangkah kerugian dan kesempitan yang menyita batin manusia jika dia tidak mau atau tidak mau tahu tentang keberadaan aturan tuhannya. Dan betapa pandai manusia ketika dia dapat menghebatkan batinnya untuk tertuntun dalam keteduhan jalan Allah. salah satu nilai kehebatan itu terkandung dalam Ikhlas. Bukan hanya kesediaannya menyerahkan jiwa kepada tuntunan kehendak Allah, namun ikhlas adalah tentang memohon untuk yang terbaik,berusaha untuk hasil terbaik sampai batas akhir sebuah kekuatan yang kemudian hasilnya kita terima dengan penuh syukur,dan atau kemudian lebih berusaha lagi demi yang lebih baik.

    Jiwa yang ikhlas tidak terlalu cerewet bertanya tentang keberlakuan takdir Allah atasnya, melainkan jiwanya berkata bahwa Allah yang paling tahu atas kebutuhan hidupnya. Dibesarkannya pemikiran positif atas sang maha pengatur hidupnya itu, karena kepastian diberikan dan dipenuhinya kepentingan atas hidup dan keberlangsungannya.

    Jiwa yang ikhlas tidak akan berhenti hanya bertanya, tanpa bersungguh-sungguh mencoba. Dipertebal rasa malunya untuk memerintah sang maha kuasa guna mengharuskan mudahnya kebaikan itu datang baginya, sebelum dia ikhlas berupaya.

    Jiwa yang ikhlas akan menghentikan rengekan atas permintaan jaminan penghargaan oleh para makhluk ataupun dari penciptanya, karena kuatnya keyakinannya bahwa kebaikan adalah jaminan kepastian bagi yang ikhlas.

    Jiwa yang ikhlas tidak akan gampang menyalahkan Allah atas kelemahan dan kealpaannya. matanya akan melihat dan kemudian berpikirbahwa ternyata banyak orang lain yang tidak sekuat dia namun akhirnya lebih berhasil dari padanya karena keikhlasannya.

    Jiwa- jiwa yang ikhlas menyadari dan mengakui serta menetapkan hati bahwa Allah subahanahu wata’ala adalah maha dalam segalanya. sungguh, ketetapan itu tidak diterimanya kecuali dengan damai.diperkuatnya kesungguhan,maka batinnya akan berkata bahwa Allah yang akan menghebatkan sekecil-kecil kekuatan,untuk merampungkan sebesar-besar tugas dan kepentingan hidupnya.

    Lihatlah, jiwa- jiwa yang ikhlas terlihat tampil lebih besar dari ukuran kemanusiannya. Sendirian dia bisa melakukan tugas dari seribu orang. Dia melihat yang tiada mampu dilihat manusia lain, dan dia dapat mendengar atas sesuatu yang tak tersuarakan. dia dapat mempelajari dan mengambil hikmah lebih banyak dari pada para batin manusia lain yang terlalaikan. Kelebihan kesaktian tersebut pasti akan dilebihkan oleh Allah sebagai sebuah harga yang lebih dari pantas. Jiwa yang ikhlas adalah jiwa yang sakti.

    Dan sesungguhnya Allah tidak akan pernah mencukupkan satu bahasa cukup untuk menggambarkan keindahan kehidupan bagi jiwa yang ikhlas, karena ikhlas adalah bagai sebuah siklus tanpa akhir yang membahagiakan dan memerdekakan manusia.

    (Syahidah/voa-islam.com)

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.