5 Things (Part I)

Dear diary,

Sudah hampir sebulan saya tinggal di Fukui, selama sebulan saya sudah melihat dan merasakan beberapa hal yang berbeda dan baru saya alami. Beberapa hal yang membuat saya mau tidak mau berpikir dan mandiri. Berpikir untuk survive, untuk lebih kritis, dan untuk lebih mandiri.

Beberapa hal sempat terlintas di benak saya, kadang-kadang saya bertanya-tanya sendiri. Kenapa begini? Kenapa begitu? Tapi di balik pertanyaan saya itu, tersimpan satu hal, saya harus lebih banyak bersyukur. Seperti kata teman saya, Dias “If God doesn’t love you, how could you done all the things that you have done?”

Oke, di postingan kali ini, saya mau menyampaikan 5 hal yang sudah saya lalui sebulan ini. Semoga dengan 5 hal ini, baik yang menyenangkan ataupun yang tidak, saya bisa lebih banyak bersyukur lagi kepada Allah SWT.

Hal yang baik

  • Fukui kota kecil, jadi kemana-mana relatif dekat, bisa dengan jalan kaki atau bersepeda. Efeknya? Ongkos transportasi bisa ditekan. Hahahaha…
  • Teman-teman Indonesia. Merantau di Negara orang memang susah, tapi kalau punya teman-teman yang berasal dari Negara yang sama, semuanya jadi lebih ringan. Heheheheheheeee…
  • Lab yang menyenangkan. Meskipun labnya sempit, saya belum nemu tema baru, dan cuma saya yang abal-abalan bahasa Jepangnya, tetap saya syukuri. Karena ini pertama kalinya saya mandiri dalam hal akademik, dan saya yakin, Insya Allah pengalaman disini akan jadi pengalaman yang bisa saya bagi ke anak cucu saya. Amieeeen…
  • Pisang harga 70 yen. Buah yang paling saya sukai, dan harganya murah, dapatnya banyak. Hahahahaaa…what’s better than this?
  • Internet dengan kecepatan 100 Mbps!!! WOOOOWWWW!!! Saya masang status ini di facebook, sukses buat teman-teman di Indonesia ngiler. Ayo ayo…semuanya kesiniiiiiii!!!!

Hal yang berat untuk dilewati

  • Udara yang dingin. Setelah melihat salju yang dari dulu saya penasaran gimana bentuknya. Ok, saya lebih prefer tinggal di Negara khatulistiwa. Masalahnya udara dingin membuat badan sakit dan kaki beku. Dua masalah yang saya alami sebelum ada heater (yang manusiawi) di kamar. Alhamdulillah, sekarang sudah agak mendingan.
  • Saat makan siang. Kenapa? Karena ketika jam makan siang, semua teman-teman di lab mulai memanaskan bento mereka atau memasak mie instan, bahkan ada yang masak pasta. Aroma masakan mereka tersebar ke penjuru lab, membuat saya harus berupaya tetap teguh iman untuk tidak tergoda membeli makanan yang sama dengan mereka. Hehehe…
  • Satu-satunya mahasiswi Indonesia. Sebenarnya tidak masalah, lagipula ada Bu Khaeruman dan anak-anaknya yang juga perempuan. Tapi terkadang ada waktu-waktu tertentu yang membuat saya kangen dengan sahabat-sahabat perempuan saya di Indonesia. Seperti saat jam istirahat, saat malam, dan saat butuh teman curhat. Hahahahahaha…
  • Saat di lab, ketika semuanya mengobrol dalam bahasa Jepang, dan saya sendiri yang tidak mengerti. Huhuhuuuu..jadi kambing congeek… >.<
  • Saat sensei berkata: “dame!” sedih saja, berasa tidak kreatif…hiks…

Senyawa yang sudah pernah diajukan untuk penelitian dan ditolak (curhat colongan, haha…)

  • Phenol: tidak boleh karena sudah terlalu umum, penelitiannya sudah banyak
  • Resorcinol: tidak boleh dengan alasan yang sama dengan phenol
  • Dioxins: untuk mengolah dioxins dengan Mangan Peroksidase (enzim), pekerjaan yang taihen.
  • Hexabromocyclododecane (HBCD): penelitian yang makan waktu lebih dari dua tahun, tidak cukup untuk S2 saja. Kalau mau lanjut S3. Wakwawawaaaww
  • Hexachlorobutadiene (HCBD): terlalu berbahaya, bisa mematikan. Zettai dame!!

Segini aja dulu deh…nanti disambung di part 2-nya…hehehehehee…

Cheers!

Nilna Amelia

2 thoughts on “5 Things (Part I)

  1. hari ini tak tahu kenapa aku menulis status ini di fb-ku dan lumayan cocok dengan temamu:D

    berusaha untuk bersyukur dan berhenti mengeluh. walau tampak mudah ternyata sulit

    bagiku jujur bersyukur sulit tapi tidak untukmu (kelihatannya dari akcamata aku). jadi bersyukurlah aku:D

    • Sampai sekarang, kalau mengeluh itu pasti ada, Zen. Kita sama-sama berusaha untuk menguranginya, kok. Caranya dengan memperbanyak bersyukur…

      Saya juga masih belajar kok untuk lebih banyak bersyukur ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s