Here, I always do these things that I seldom did in my country

Dear diary,

Berikut adalah hal-hal yang sering saya lakukan disini, tapi sangat jarang saya lakukan di Indonesia:

  • Bersepeda

Terakhir kali saya menjadikan sepeda sebagai alat transportasi adalah saat acara himpunan saya di kampus terdahulu, Tribute to Earth, yang salah satu acara besarnya adalah Fun Bike. Sebelumnya lagi malah pas SMP, justru di kompleks perumahan tempat saya tinggal dulu kalau tidak bisa bersepeda, tidak gaul. Selama SMA saya lebih banyak naik angkot, lalu saya mulai bisa nyetir mobil saat tingkat satu kuliah. Sejak saat itu, mobil merupakan alat transportasi saya, untuk kuliah, untuk jalan-jalan, atau untuk keperluan bisnis (ngacooooooo….)

Sampai di Fukui, nampaknya slogan saya SMP berlaku lagi disini. Sepeda merupakan transportasi gaul (ngarang aja sih saya…). Hahahahaa…dan hemat tentunya. Kemana-mana lebih praktis naik sepeda. Apalagi untuk yang tidak punya mobil seperti saya. Jika ingin berpergian ke suatu tempat, tinggal kayuh saja sepedanya. Tidak perlu rusuh melihat jadwal kereta atau bus, tidak perlu pula memikirkan harus beli bensin dimana.

Sayangnya, sampai saat ini saya belum punya sepeda sendiri. Jadi jika butuh sepeda, saya harus meminjam ke Zener atau Bu Khairuman. Hehehehe…

  • Menyebrang di zebra cross

Di Indonesia, asal jalanan sepi, nyebrang saja. Disini sebenarnya bisa, tapi untuk jalan-jalan kecil alias jalan tikus saja (karena memang tidak ada zebra crossnya, hehehe…) Untuk di jalan besar juga sebenarnya bisa, tapi kan muka saya bukan muka orang pribumi disini. Ntar kalo nyebrang sembarangan, bisa-bisa bikin malu negara.

  • Datang ke kampus padahal tidak ada kerjaan

Waktu masih S1, saya selalu ke kampus kalau ada perlu. Misal kuliah, ngerjain TA, janjian sama temen, atau cuma sekedar ngeceng (ckckck…masa muda…masa muda…😀 ) Sekarang, saya benar-benar ga ada perlu, tetap ke kampus. Di kampus cuma akses internet, liat facebook, liat blog, nyari jurnal, trus bingung mau ngapain.

Senseeeeei…., segeralah beri saya kerjaan buat penelitian…

  • Ke supermarket cuma untuk mengambil selebaran promosi

Ini hobi baru saya. Sebab tiap hari di Mitsuwa, supermarket dekat kampus dan apato selalu ada barang murah, entah minyak, entah wortel, atau pun coklat. Kalau bisa beli yang murah, ngapain yang mahal? Hwhahahahahaaha…

  • Menulis pengeluaran harian

Ini wanti-wanti ibu saya sebelum saya berangkat ke Jepang. Maksudnya biar pengeluaran terkendali, dan bisa estimasiin berapa uang keluar per minggu, per bulan. Sekaligus bikin kita aware dengan keuangan dan bisa menekan gen boros agar tidak ter-transkipsi dan ter-translasi menjadi protein hambur-hambur duit (sok genetika, padahal sendirinya ga ngerti nulis apaan)

  • Mengecek ramalan cuaca setiap 3 jam di internet

Ramalan cuaca di Jepang itu sakti…hahahaha…Kalo ditulis hujan, kemungkinan besar hujan. Kalo ditulis cerah, kemungkinan besar cerah (alhamdulillah), kalo ditulis salju, kemungkinan besar salju (siap-siap ngecek persediaan minyak tanah, bisi pas turun salju ga bisa ngidupin heater). Selain itu, perubahan cuacanya ditulis tiap tiga jam. Jadi kalau tiba-tiba mau berpergian keluar kampus atau apato, bisa dicek dulu hujan atau tidak, perlu bawa payung atau tidak. Hehehehee…

Mudah-mudahan ramalan cuaca di Indonesia segera seperti di Jepang, punya satelit sendiri untuk prediksi cuaca, amiieeen…

  • Memilah sampah

Ini lagi kelebihan negara maju. Sampah dipisah-pisah, ada sampah yang bisa dibakar, tidak bisa dibakar, sampah yang bisa di daur ulang, sampai sampah elektronik. Sampah yang bisa dibakar meliputi sampah rumah tangga, biasanya dibuang hari Selasa dan Jumat. Sampah yang tidak bisa dibakar seperti payung, panci, dll, dibuang hari Senin. Kalau sampah yang bisa di daur ulang ada banyak: karton, botol, cup, kaleng, dibuang setiap hari Rabu. Kalau sampah elektronik, harus lapor dulu ke bagian yang ngurus-ngurus sampah, lalu kita harus bayar uang buat buang barang elektronik (udah buang, harus bayar, huhuhuuuu…) Oh ya, waktu pembuangan sampah berbeda di tiap-tiap daerah. So, pastiin kalau buang sampah di Jepang, tidak salah hari🙂

Cheers!

Nilna Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s