Untuk yang ini, saya pikir Indonesia lebih baik

Ok, saya akui saya senang mendengar kabar ini, sidang Doktor disini hanya satu jam. Yup, satu jam, enam puluh menit. Lalu, sidang Sarjana hanya 10 menit, 600 detik, dan sidang Master hanya 15 menit, hanya 900 detik.

Sedangkan dulu saya, seminar awal 20 menit, sidang tertutup 90 menit. Lebih lama dibandingkan sidang doktor disini.

Saya ga tau harus senang atau sedih. Hahahahaa…

Tapi bukan itu masalahnya…

Masalahnya saya heran, disini tidak ada yang bertanya!!! Maksud saya, bukankah presentasi itu lebih baik jika ada yang bertanya, which means they give attention to those things you said.

Kalau ga bertanya kan, kesannya ga merhatiin, ato benar-benar blank (kayak saya…secara presentasinya kanji semua..macam manalah awak nak ngerti)

Saya cukup sangat terkaget-kaget (saya bisa disemprot guru bahasa Indonesia, bikin kalimat aneh begini), pas sidang Doktor tidak ada satupun mahasiswa yang bertanya, plus dosen hanya bertanya sepatah-patah, ga nyecer seperti biasanya sidang akhir (pengalaman pribadi nih…hahaha…).

Okelah, saya pikir topik S3 mungkin cukup sulit dicerna oleh S1.

Tapi…pas saya menonton sidang S1 yang hanya 10 menit… lagi-lagi tidak ada yang bertanya, plus dosen juga tidaaaak!!! Curaaaaaaaaaaaaaaang!!!! Hahahaha…ujung-ujungnya yang bertanya malah dosen yang jadi moderator. Itu juga kayaknya nanya kulit-kulit permasalahannya doang (sok ngerti gtu deh saya).

Beda banget dengan di Indonesia, ketika kita sidang, pasti ada yang bertanya. Entah nyambung entah tidak, tanyaaa ajaaaa…Ga mahasiswa, ga dosen, semuanya nanyaaaa…Bahkan kadang-kadang dosen suka menghubungkan dengan permasalahan yang ada di Indonesia atau topik-topik hangat yang mereka baca di koran pagi.

Kadang-kadang pertanyaan yang nyeleneh itu annoying bangeeet…Apalagi kalo dosennya bertanya kemana, terus mengeluarkan senyum simpul seolah-olah bilang hayooo, pasti kamu ga tahu. Tapi setelah melihat kejadian disini, saya berpikir, mungkin ada bagusnya juga ditanya nyeleneh gitu, supaya kita mau ga mau, harus banyak baca, banyak nonton berita, banyak mencari informasilah, so, kita makin banyak tahu. Ga hanya tau tentang penelitian kita, tapi tau permasalahan yang lain juga.

Sayang aja sih, disini penelitiannya sudah jungkir balik, tapi hanya dalam 10 menit selesai tanpa kesan.

Out of topic, saya jadi kepikiran nih interview S2 dua minggu lagi…Huweeeeeee…..

Cheers!

Nilna Amelia

4 thoughts on “Untuk yang ini, saya pikir Indonesia lebih baik

  1. Dear nilna,

    gak semuanya indonesia buruk ternyata….tetap ajah emsti berpikir positif ambil segala yang baek untuk membuat kita lebih baek..dan kalo yang jelek buat control negatif..hahhaha…

    trus share yahh semua pengalamannya hehehe..and keep contact…miss u so much :*

  2. Dear nilna,

    harus daonk berpikir positif dan tetap diterapkan yah na..di dunia riset ada control positif dna control negatif yang bisa membuat kita yakin buat mengambil suatu kesimpulan,,,, semangadd….

    heheheh, boleh donkk berhubung tadi sayah melihat kecepatan donlot internet okeh..ntar jika sayah butuh asupan journal boleh minta pang donlotinkah?? (^_^) hehehhe

    semangad,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s