Reasons I like my new campus

Kata orang untuk bisa mendapatkan hasil yang baik, pertama-tama kita harus menyukainya terlebih dahulu. Karena apapun kalau dilakukan tanpa semangat dan rasa suka, semuanya jadi serba salah. Begitu pula dengan kuliah, untuk bisa sukses kuliah, harus suka dulu dengan kuliahnya. Karena saya belum mulai kuliah, jadi harus suka dulu dengan kampusnya, minimal kalo suka dengan kampusnya, bakalan rajin ke kampus, dan Insya Allah rajin kuliah. Huehehehee…

Oke, ini adalah 10 alasan saya menyukai kampus saya:

  • Akses internet yang super cepat

Emang kayaknya Jepang patut dibilang sebagai negara dengan akses internet kelas atas. Di rumah aja, saya pakai jaringan internet kedua paling murah, tapi kalau sekali download (dorama) bisa dengan kecepatan 200 kbps.  Itu di rumah, kalau di kampus..wuuuiiih jangan tanyaaaa…internet bisa dipakai dengan semena-mena, buat download, upload, streaming, ampe skype-ing (kalo ga tau malu ya) juga bisa. Tiap pagi ke kampus, nyalain laptop, jreeeng!! langsung wifi terkoneksi, dan mari berpesta! Hahahaha… Kalau begini caranya, gimana ga bisa ga betah di kampus.😀

  • Dekat dengan apato

Atau sebenarnya, apato saya yang dekat dengan kampus. Hahahaha… Gak pentinglah, yang penting saya bisa pulang ke apato kapanpun saya mau. Biasanya saya pulang pas waktu sholat Dzuhur, Ashar, dan Maghrib. Jarak kampus ke apato layaknya jarak dari ITB ke Balubur. So close, pren!! Tinggal ngeluncur dan sampailah ke apato.  Selain dekat dengan apato, kampus saya juga dekat dengan supermarket super lengkap, mulai dari bawang bombay sampai mesin cuci dijual disitu. So, kalau lagi bosan dan lapar, dan pengen liat-liat harga mesin cuci (kayak mau beli aja) bisa langsung ngeguling ke supermarket terdekat itu.

  • Fasilitas lab yang luar biasa lengkap

Kampus saya mungkin bukan kampus nomor satu di Jepang, letaknya di kota kecil, mungkin tidak secanggih Tokyo Daigaku atau universitas lainnya yang ternama di Jepang. Tapi, eits! Jangan salah…Peralatan di lab saya cukup lengkap. Saya sampai ternganga-nganga saat ditunjukkan alat-alat labnya, mulai dari laminar ber-UV, satu set mikroskop dan komputernya (bukan SEM atau TEM sih), HPLC, MS-LC, Gas Chromatography, dua set bioreaktor yang entah apa namanya, evaporation rotary tools, dan tentu saja teman-teman bernama autoklaf, sentrifuga, dan REAL TIME PCR!!!!! (Jadi inget Puri…hahahaha). Dan yang saya kagumi adalah semua peralatan seperti tabung erlenmeyer, gelas ukur, labu pengukur, dsb dsb tersusun rapi di dalam semua rak laboratorium, semua boleh pakai tanpa berebut.

  • Fasilitas dapur lab yang juga luar biasa lengkap

Di lab tempat saya saat ini, antara lab untuk kerja terpisah dengan lab untuk mengolah data, mencari referensi, refreshing, berinteraksi dengan rekan lab, ataupun masak. Yup, meja kerja semua anak-anak lab tidak di lab itu sendiri, tapi di ruang lain yang lebih kecil. Ukurannya mungkin 3×4 diisi oleh 7 wanita, 7 pria, dua meja panjang, dua lemari buku, 5 meja kecil, satu kulkas dan satu dapur mini. Numplek blek disitu. Tapi walopun sempit, suasananya hangat, mungkin karena banyak orang ya, jadi interaksinya cepat. Di samping itu, ada dapur dan kulkasnya itu lho, jadi kita bisa investasi makanan disitu, tinggal beli di supermarket, simpen di kulkas, kalau mau makan tinggal dipananskan di microwave. Selain itu kopi, teh, krim, gula, sampai ceret pun ada. Tissue, sumpit, gelas plastik, dan piring plastik juga tinggal ambil saja kalu perlu. Hidup senang dan nyaman di lab.

ruangan "kerja" kami

  • Ada fasilitas atm dan bisa langsung nabung lewat atmnya

Ada dua ATM di kampus, ATM Fukui Bank dan ATM Japan Post. Dua-duanya bisa buat ngambil uang dan menabung. Praktis. Jadi kalau mau nabung, ga perlu jauh-jauh ke bank. Saya kadang suka mengambil uang di ATM Japan Post lalu uang yang diambil saya masukkan ke rekening di Fukui Bank lewat ATM. Tinggal ngesot sedikit saja, menabung bisa menjadi begitu mudah.

  • Perpustakaannya enak buat santay santay di pantay

Sejauh ini saya hanya pernah menghampiri lantai satu perpustakaan universitas, lantai duanya belum. Tapi saya sudah jatuh cinta dengan perpustakaannya. Kenapa? Soalnya terang benderang, jadi kalau lagi malas di lab, saya suka kabur ke perpus buat menyendiri dan bersantai-santai. Boleh makan pula di dalamnya. Senang aja di perpus, hati jadi tentram (yuuuuk…)

  • Toiletnya enak buat semedi

Saya paling senang ke toilet. Kenapa? Soalnya ada toilet duduk. Lalu kenapa? Toilet duduknya hangaaaat!!! Hahahahaaa…betah lama-lama disana. Plus ada airnya!!!!!!!!!! Maklum orang Jepang kan ga biasa buang air kecil pakai air, pakai tissue doang. Nah, buat orang Indonesia kan agak-agak gimana gitu kalau pakai tissue doang. Jadi saya bersyukur sekali ada toilet duduk hangat plus air (hangat) yang bisa diatur-atur sendiri ^^

  • Pintu otomatis di gedung lab

Ini lagi noraknya saya. Saya paling suka menggesekkan KTM saya ke pintu lab, sreeet…lampu menyala, dan kita bisa masuk lab. Kesannya keren, kayak jadi agen FBI (wakakakakakaa….) Tapi ga setiap hari kita bisa main gesek-gesek kartu kayak gesek kartu kredit ini. Biasanya kartu diperlukan untuk membuka pintu lab saat hari libur. Sebab jika hari libur, semua pintu baik pintu gedung maupun lab terkunci secara otomatis. Hanya yang punya kartu yang bisa masuk. Kalau kartunya lupa bawa? Ya sabar aja menunggu orang di dalam gedung/lab yang membukakannya untuk kita.

Udah dulu ah, capek nulis…huahahahahahaaaa….

Cheers!

Nilna Amelia

4 thoughts on “Reasons I like my new campus

  1. Uwah nono-chan aku makin ngiri pengen ke jepang, apalagi dgn akses inet nya. Eh sentrifuga tu mksdnya sentrifius bkn? Ato bda? Pengen tau autoclaf di lab mu segeda apa? Yg ada dikampus aq kan cuman sgede panci presto doang. Hehe. Dan nambh seneng kayanya ga rebutan alat gelas nya.
    Pengen ngesot kuliah ke jepang.

    • Sentrifuga itu alat untuk memisahkan substance berdasarkan berat molekulnya. Yang berat akan mengendap di dasar, yang ringan akan berada di atasnya. Biasanya untuk memisahkan suatu materi dari cairan. Seperti darah dengan plasmanya.
      Autoclafnya ga gede kok, tinggi sepinggang lah ya. Di lab saya yang dulu juga cuma segede panci presto. Tergantung kegunannya juga sih.
      Hahaha…iya, disini ga perlu riweuh mikirin tabung reaksi dan teman-temannya, banyak bangeeeet…

  2. Dear kunil,

    Wah wah ada alat apah ajah disana….btw real timenya gimaan na disana??lebih canggihkah??waow..anw sayah belum pernah pake MS_LC hehhehe pengen pengen nyobaain…anw, pertanyaan sayah kalo pake KTM orang laen yang sekolah disitu tepe bisa terbukan tidak pintunya??heheheh canggih amat….

    anw, jika kamu sudah merasa leb tersebut sebagai second home kamuh..sayah yakin dirimu sudah memulai mencintai pekerjaan yang berbau leb dan niscaya semua kerjaan di leb pasti elbih ringan dikerjakan meskipun susah dan berat karena kamu punya keluarga di sana… semangad

    regards,,

    Puri

    • Gw belum coba real time PCRnya, Pur. Tampaknya yang beda adalah tulisannya, disini dalam bahasa jepang. Huahahaha… LC-MS Insya Allah akan digunakan untuk tools penelitian, Pur. Huhuhu…kemarin aja diajarin gas chromatography gw bingung. Banyak banget tabungnya…hiiiiy..

      Kalo KTM yang lain ga bisa pur. Sebab harus terdaftar dulu di sistem pusat, baru bisa digesek. Huehehehee… Jadi mirip mirip kartu kamar hotel gitu.

      Amiiieen…amiieeen…mudah-mudah semuanya lancar, mohon doanya ya Pur ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s