Seminggu menjelang interview

Tepat seminggu buat test interview untuk program Master saya. Kata teman-teman yang sudah pernah melalui test yang sama, interviewnya mudah, cuma lima menit, yang ditanyakan seputaran penelitian yang akan di lakukan, itu pun hanya garis besarnya saja.

Tapi…

Tetap saja saya deg-degan. Takut dengan kemungkinan terburuk. Teman-teman juga bilang, ga perlu persiapan apa-apa. Tetap saja, saya ga bisa tenang.

Akhirnya seharian ini, saya tidak membaca jurnal, melainkan me-refresh kembali ingatan saya tentang pelajaran bahasa Jepang. Mulai membaca-baca grammar yang benar bagaimana. Katanya sih pas interview tidak apa-apa menggunakan bahasa inggris. Yah, kalau bisa dijawab pakai bahasa jepang kenapa tidak.

Akhirnya saya mulai menyusun kalimat-kalimat dalam bahasa Jepang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini: Penelitian apa yang akan kamu lakukan? Kenapa meneliti itu? Kenapa memilih untuk melanjutkan studi di Jepang? Di Fukui?

Pas saya menulis ini, sensei ada di belakang saya. “ Nilna-san? Nani o yatte iru?”

Oh my God….

Ketangkap basah…

Speechless…

Untungnya saja ini postingan ditulis pakai bahasa Indonesia, saya langsung bilang saja, latihan buat interview minggu depan. Kan ga ngerti ini apa yang saya tulis.

“ Ah, souka souka…” kata Sensei.

Lalu sensei berkata (ga tau menangkan ga tau bikin tambah ketar ketir), kalau interviewnya bakalan ditanya seputar tentang diri sendiri, gimana Jepang menurut kamu, lalu penelitian. Kalau bisa pakai Bahasa Jepang, kalau mentok bisa bahasa Inggris. Lalu beliau bilang, “ raishu no kai, watashi wa succhou ga aru kara…interview no toki wa, nihonggo de kotaerareru houga ii to omou.” I have field trip in next Tuesday, in the interview I think it’s good for you that you could answer in Japanese.

Saya ngangguk-ngangguk ayam, “ Hai, wakarimashita.” Padahal mah dalam hati…

“ Demo, go fung dake, daijoubu.” Tapi, Cuma lima menit ini, tenang saja.

Cuma lima menit. Mudah-mudahan para sensei nantinya benar-benar menerapkan disiplinnya orang Jepang. Benar-benar lima menit teng! Ga pakai pertanyaan tambahan yang sulit-sulit.

Ya Allah…berikan saya ketenangan, bukakan pikiran saya, semoga interview nantinya akan baik-baik saja. Amieeen.

Udah ah, ga bisa konsentrasi. Keur loba nu dipikirkeun…

Cheers!

Nilna Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s