Mendadak Libur

Dear diary,

Hari ini ada di kampus diselenggarakan ujian masuk mahasiswa program sarjana Universitas Fukui. Harap dicatat, jika ada ujian masuk seperti ini, kampus ditutup untuk umum. Hanya orang-orang tertentu (baca: dosen, pegawai kampus) yang bisa masuk, sementara penghuni kampus lainnya (baca: mahasiswa/i) dilarang masuk.

Jadi ujug-ujug saja ada libur, padahal tanggal di kalender tidak merah.

Sebenarnya sih bisa masuk, kalo niat. Cara pertama: nerobos masuk gerbang depan. Cara kedua: nyelip di gerbang belakang yang ga dijaga. Cara ketiga: lompat pagar. Cara keempat: minta tolong dosen supaya mengizinkan petugas jaga di depan memperbolehkan masuk.

Saya sih sehari sebelumnya sudah bertanya pada teman-teman kampus, mengenai boleh tidaknya datang. Kata mereka, ga datang juga gapapa. Lagian tidak ada yang dikerjakan. Kalau misalnya ada yang mau dikerjakan ya datang saja, dengan mencoba cara-cara di atas, atau menunggu ujian selesai sekitar pukul 16.00.

Berhubung nih yaaa, saya tidak ada kerjaan di lab karena penelitian saya belum mulai, lalu laptop saya bermasalah dengan fan-nya yang mengeluarkan suara seperti bebek dan gergaji lagi duet. Saya jadi berpikir ulang untuk masuk.

Akhirnya saya memilih untuk libur. Karena emang lagi senggang banget, iseng-iseng saja ke rumah Ibu Khairuman. Sampai disana, beliau lagi sibuk masak buat jualan di mesjid. Jadi aja saya bantuin-bantuin dikit. Eeeh, dapat rejeki deh, dibungkusin bakwan sama sausage chicken bread (credit name: Bu Khairuman XD) oleh Bu Khairuman. Alhamdulillah, bisa buat buka puasa.

Sorenya saya dan Bu Khairuman belanja. Sebenarnya saya yang belanja. Belanja oleh-oleh buat di kampung halaman. Bingung juga mau beli apa. Berhubung di Palembang nanti pasti banyak sodara yang datang, belinya juga harus banyak. Tapi duit membatasi, jadi beli seadanya aja. Mudah-mudahan cukup. Hehehehe…

Selesai belanja saya pulang ke rumah. Berpikir sebentar ketika melihat jam di rice cooker (ga punya jam dinding :p ) menunjukkan pukul 17.00. Hmmm…, ujian sudah selesai. Datang ke kampus ga ya…

Mendadak niat libur saya goyah. Datang, enggak, datang, enggak.

Kalo datang, mau ngapain ya? Ga ada kerjaan di kampus ini. Bawa laptop malah bikin berisik satu lab.

Tapi…, kalo ga datang, ngapain juga ya di kamar? Bingung sendiri…

Yaudah, ke kampus aja dulu, ke lab ato enggak liat nanti.

Akhirnya saya ke kampus. Muter kampus sebentar. Lalu kaki saya sudah melangkah saja menuju lab. Sudah kepalang sampai di lab, yaudah mampir saja.

Sampai di lab, berlagak sok iyeh. Nanya ke Okado-san, ada sensei atau enggak. Rupanya sensei lagi ada urusan, ga tau ke lab lagi jam berapa. Lalu saya bingung mau ngapain. Jadi aja ngobrol-ngobrol sebentar sama Okado-san, cek kultur bakteri yang baru diinokulasi kemaren, trus bingung.

Karena bingung, sok iyeh lagi. Nanya ke Okado-san, sensei besok datang ga? Kata Okado-san, datang. Yasudah saya bilang, sekarang saya ga ada kerjaan, laptop saya lagi rusak (fannya), enaknya ngapain ya?

Muter-muter aja naik sepeda, saran Okado-san.

Saya langsung mengiyakan. Yaudah pamit deh ke penghuni lab. Pulang deh saya.

Wakwaaaaw pisaaaaaaaaaaaaaaaaan….

Yasudahlah, lagian emang ga ada kerjaan. Mau Maghrib pula, mending saya buka di apato.

Lalu saya berjanji dalam hati, besok harus serius di lab, ga boleh menyampah. Saya akan meminta Sensei untuk mengijinkan saya membuat kultur lagi. Biar ada alasan, nanti kalo pulang kesini lagi, kulturnya sudah jadi. Bisa mulai penelitiannya.

Yosha!!! Besok harus lebih baik dari sekarang!!!!

Cheers!

Nilna Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s