Hari Minggu dengan Jadwal Padat

Dear diary,

Hari ini saya berasa artis…huakakakaka…jadwal acara saya hari ini padat dat dat…

(maaf kalo kalimat saya di atas membuat anda-anda mual…) :p

Diawali dengan pagi hari, hp saya bergetar, ternyata bu Khairuman.

” Nilna, mau beli telur di yu-su ga? Lagi murah nih, belanja 500 yen bisa ambil telur sekotak,” kata beliau.

Mikir sebentar, sebenarnya ga gitu pengen telur sih, tapi dasar aja lagi suntuk di kamar, akhirnya saya bilang, ” Ok, belanja yuuuuuk…”

Dasar, kita para wanita yang tidak bisa liat supermarket nganggur, apalagi kalo ada diskon…huahahaha…

Gak lama saya siap-siap dan langsung menemui Ibu Khairuman, bersama dengan Zener. Pas ketemu Ibu Khairuman beliau langsung menyampaikan kabar kalau pukul 14.45 ada pengajian di tempat Kak Azzah. Waaah, kita langsung bingung, sebab siang ini kita mau makan-makan, ditraktir Zener yang ulang tahun hari ini.

Widddiiiih…jarang-jarang acara padat begini…

Akhirnya berdasarkan musyawarah dadakan di depan rak telur Yu-su diputuskan kalau acara makan-makannya diundur sampai saya dan Bu Khairuman selesai pengajian, sekitar pukul16.00.

Selesai musyawarah mencapai mufakat, kita langsung belanja hingga pukul 11.oo, udah itu kita langsung window shopping ke Uniqlo. Pas lagi di Uniqlo, Ibu Khairuman mendapat telefon dari Ibu Dewi.

Ibu Dewi adalah wanita Jakarta yang bersuamikan pria Jepang. Sudah cukup lama menetap di Fukui, dan beliau dikaruniai seorang anak laki-laki berumur 6 tahun, Kenta namanya.

Ternyata Bu Dewi mengajak kita buat makan udon. Yipppppiiiiieeee…alhamdulillah ada rejeki di siang hari😀

Pukul 12.30 kita dijemput Bu Dewi dan langsung melesat ke restoran udon. Dari penampilan restorannya, bukan restoran main-main, belum tentu nih saya bisa mampir kesini lagi dalam dua tahun. Habis looks so expensive euy…

Kitsune udon dalam nabe

Kenyang makan nabe, kita langsung diantar pulang lagi oleh Bu Dewi. Howaaa…Bu Dewi, anda baik sekaliiiiiiiiiiiiiiiiiii….

Sampai di apato, ternyata ada kulkas di depan apato yang ternyata lagi kulkasnya buat saya. Rupanya itu kulkas dari Andre, anak Indonesia yang lulus Maret ini, horeeee…akhirnya saya punya kulkas. Sik asik asik…bisa beli banyak makanan, huehehehehe…

Karena waktu itu jam sudah hampir menunjukkan pukul 14.45, saya langsung siap-siap lagi buat ke tempat Kak Azzah, ikut pengajian. Pengajiannya cuma sebentar sekitar sejaman, bersama orang Malaysia dan Bangladesh, wanita semua, dan sudah menikah semua. Ada Summaya-san juga. Seperti yang saya muat di postan terdahulu, orang Bangladesh memang baik-baik. Selain itu di pengajian saya banyak dapat pencerahan, seperti selama ini sejak datang ke Fukui, saya banyak mengeluh, yang kangen rumah lah, yang sepi lah, yang inilah. Tapi setelah dengar kultum dari salah satu wanita Bangladesh, saya jadi sadar, berdzikir bisa mengurangi beban kita, lebih baik berdzikir dibandingkan mengeluh.

Selesai pengajian, saya dan Bu Khairuman langsung tancap gas lagi, siap-siap untuk acara berikutnya, makan sushi ditraktir Zener. Alhamdulillah, banyak makan gratis hari ini…hehehehee….

ebi furai, menu andalan di sushi 105 yen

Akhirnya setelah kenyang makan sushi, kita pun bertolak pulang. Acara hari ini ditutup dengan belanja roti di supermarket dekat stasiun bersama Bu Khairuman. Tuh kan bener, kita mah ga bisa liat supermarket nganggur. Hahahahahaaa…

Buat Bu Dewi dan Zener, thanks a lot buat traktirannyaaaaaaaaaa…. ^^

Cheers!

Nilna Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s