Seseorang dengan ilmu padi

Dear diary,

Tau kan ilmu padi? Semakin berisi semakin merunduk. Semakin encer otaknya, semakin tidak sombong. Nah, di laboratorium saya ada nih yang seperti ini. Mahasiswa program doktor yang lulus bulan ini dan selanjutnya meneruskan post-doc, namanya Fujihara, biasa dipanggil Fuji-senpai.

Fuji-senpai ini umurnya kalo ga salah 27 tahun, kalo ga salah yaa…kalo salah ya mohon maaf. Hehehe…kacamatanya tebaaaal, tipikal orang pintar lah. Biasanya sih pakaiannya tidak berubah signifikan, kemeja kotak-kotak, celana putih, dan jaket hitam. Punya hp dengan provider NTT Docomo berwarna putih, tipikal orang Jepang lagi, gantungan hapenya banyaaaak, dan kebanyakan adalah Hello Kitty.

Pertama kali sih aneh juga, kok cowok suka Hello Kitty. Terus dia jelasin kalau ternyata tiap daerah di Jepang, punya Hello Kitty tersendiri, jadi Hello Kittynya pakai kostum yang berbeda-beda, tergantung ke khasan dari daerah itu. Nah, Hello Kitty milik Fukui ternyata memakai kostum dinosaurus T-rex. Mungkin karena di daerah Fukui, Katsuyama, ada museum Dinasaurus.

Hmmm…ide Hello Kittynya lucu juga yaa. Saya jadi pengen ngumpulin juga aah…hehehee…

Oke, balik ke Fuji-senpai. Kenapa saya bilang beliau orang dengan ilmu padi. Pertama beliau tidak pernah merasa dirinya pintar, biasa aja, bahkan sering bercanda. Kedua, beliau tidak pernah tidak membantu, padahal ga diminta, beliau pasti ngebantuin. Contohnya waktu itu saya lagi kebingungan dengan formulir untuk ikut test program master, ujug-ujug aja dia langsung ngebantuin, setidaknya beliau langsung ngejelasin dengan bahasa Jepang yang saya mengerti, meskipun tetep aja saya cuma ngerti setengahnya, wekekeke… Dan tadi, saat saya nanya kapan sebaiknya inokulasi jamur di plate, beliau langsung bilang hari Kamis dan Jumat, lima hari setelahnya langsung dibikin kultur massal dan beliau langsung mau ngebantuin tanpa saya minta…

Ketiga, kalau ngejelasin enak dan mudah dimengerti. Meskipun tingkat kemampuan bahasa jepang saya tiarap, saya bisa menangkap maksud dari perkataan Fuji-senpai. Bahkan beliau juga sering menggunakan kosakata Inggris biar saya lebih mudah mengerti. Selain itu, Fuji-senpai membantunya ga hanya sekedar teknis di lab, untuk perintilan-perintilan di word aja, misalnya biar bikin gambar yang bagus di word, beliau mau ngebantuin.

Adanya orang seperti Fuji-senpai membuat saya bersyukur. Soalnya saya merasa terbantu sekali dengan penjelasan-penjelasan dari beliau. Saya tidak bisa mengharapkan sensei membantu saya langsung, sebab murid didikannya tidak cuma beliau. Makanya, kalau saya mentok, saya pasti tanya dulu ke Fuji-senpai, diskusi dengan beliau, baru nanti diskusi lagi dengan sensei. Setidaknya ada satu tahun untuk banyak belajar dari Fuji-senpai, belajar tentang penelitian, dan belajar bagaimana menjadi orang yang semakin berisi semakin merunduk.

Oh ya, Fuji-senpai adalah orang pertama di Jepang yang bertanya kepada saya: gerakan sholat seperti apa sih?

Satu pertanyaan dan sukses membuat saya bingung menjelaskan kepada beliau. Heeeuuuu….

Akhirnya saya menjelaskan dengan bantuan youtube :p

Cheers!

Nilna Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s