Uneg-uneg

Dear diary,

Lagi benar-benar kangen rumah…

Kangen papa mama…

Kangen sahabat-sahabat…

Disini menyenangkan, tapi seperti ada lubang di hati saya. Setiap pulang ke rumah, saya selalu kesepian. Makanya akhir-akhir ini saya cari pelarian dengan jalan-jalan.

Untung ada Bu Khairuman, setidaknya saya masih bisa curhat dan jalan-jalan dengan beliau.

Tapi Beliau bulan depan pulang ke Indonesia,

dan tidak ada teman perempuan, untuk sekedar jalan-jalan, bertanya dan curhat.

Nanti sama siapa saya bisa bertanya tentang masak-memasak?

Kalau saya ingin beli baju, sama siapa bisa bertanya baju mana yang bagus?

Kalau saya ada masalah pribadi, sama siapa bisa curhat?

Kalau senggang, adakah yang mau menemani jalan-jalan? Sekedar cuci mata di Apita atau bahkan keluar kota?

Enggak, bukan berarti teman-teman di Indonesia disini tidak baik. Justru semuanya baik sekali. Bukan berarti pula teman-teman dari negara lain tidak menyenangkan. Teman-teman Jepang dan Malaysia menyenangkan, tapi entah mengapa saya lebih senang untuk curhat masalah-masalah saya ke teman satu negara. Jadi, saya hanya terus kepikiran bagaimana nantinya kalau Bu Khairuman pulang? Saya kehilangan satu-satunya teman Indonesia yang wanita disini.

Hiks, sedih juga jadi satu-satunya mahasiswi Indonesia disini.

Jadi pengen pindah ke Kanazawa,  nanti disana ada Achie dan Karlin, pasti seru… Atau di Osaka, ada Astari dan Teh Ilma, pasti ada teman buat cuci mata…

Hiks….

Maaf kalau saya menulis ini, saya hanya ingin mengeluarkan uneg-uneg saya saja…Maaf kalau ada yang khawatir ketika membaca ini. Mohon doanya saja semoga kuliah saya lancar, dan saya bisa cepat pulang ke Indonesia.

>.<

Nilna Amelia

4 thoughts on “Uneg-uneg

  1. Wah udah banyak orang Indo disini aja dah merasa kesepian. Dulu saya lebih sedih lagi. Karena dulu yg S1 dan yg paling muda (masih 19 thn) hanya saya sendiri. Ada juga sih yg S3 sekitar 3 orang tapi mereka pada sibuk semua. Apalagi saat itu saya baru pindah dari Tokyo dan berpisah dari teman2 satu asrama yg sudah bersama setiap hari selama 2 thn. Sebulan pertama di Fukui benar2 gak enak, tapi lambat laun bakalan terbiasa kok, malah merasa asyik dgn kehidupan di sini. Ganbatte ne…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s