Ternyata ga sendirian

Dear diary,

Baru baca lagi postingan yang kemarin, kelam banget ya diriku? Kayaknya sejak kembali ke Fukui, lagi diuji aja ketahanan mental saya. Mental buat mandiri. Hehehehe…

Dan ternyata bukan saya saja yang seperti ini. Ketika saya membaca majalah kampus untuk mahasiswa Internasional, saya jadi tahu ada 240an mahasiswa asing yang mungkin bernasib sama dengan saya. Jauh dari keluarga, dari kampung halaman, dan berjuang di negeri orang.

Bahkan saya cukup beruntung. Disini masih ada mahasiswa Indonesia. Ketika beberapa hari yang lalu saya jalan-jalan ke Apita, saya berkenalan dengan mahasiswa asing dari Madagaskar, namanya Zu. Zu mahasiswa S2 di fakultas edukasi, dan dia hanya sendirian tinggal disini, tanpa teman senegara. Saya berfikir, pasti dia berjuang lebih keras dibandingkan saya selama disini.

Kemudian, ketika saya membaca cerita mereka, mereka semua menyampaikan bahwa selama di Jepang, harus dinikmati. Karena mungkin, kesempatan untuk datang kesini lagi, ke Fukui, belum tentu ada. Jadi, suatu saat, ketika kita sudah meraih cita-cita kita, kita akan merindukan hari ini.

Saya jadi termotivasi, kalau mereka bisa melalui hari-hari di Fukui dengan menyenangkan, kenapa saya enggak? Kenapa saya harus bersedih mengingat saya akan menjadi mahasiswi satu-satunya disini? Kenapa tidak dinikmati saja?

Oh ya, satu lagi yang membuat saya lebih semangat berjuang adalah ini:

meseji ka-do

Secarik kertas kecil bertuliskan: “Faito!!” yang kalau di Inggriskan menjadi “Fight!!” Saya mendapatkan kertas ini dari pengamen di dekat Fukui Eki. Beliau memanggil saya dan lalu memberikan kertas ini. Meskipun hanya secarik kertas, tapi seperti sang pengamen yang berjuang dengan bernyanyi tanpa dilirik orang itu menyemangati saya untuk bertahan disini.

Melihat dia berjuang, saya pun akan berjuang!

Pelajaran yang saya dapat minggu ini, sebagaimana ibu saya sering mengatakan kepada saya ketika saya banyak mengeluh:

jangan melihat ke atas terus, lihat ke bawah, masih banyak yang lebih susah dibandingkan kamu. Kamu harus bersyukur.

Cheers!

Nilna Amelia

2 thoughts on “Ternyata ga sendirian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s