Tidak menyangka akhirnya jadi begini

Dear diary,

Dulu, pas jaman S1 di Biologi saya banyak menjalani praktikum. Dari tingkat satu hingga tingkat tiga, setiap hari pasti ada praktikum. Malah kalau dipikir-pikir hidup hanya untuk bikin jurnal, belajar buat test awal, praktikum, bikin laporan. Tidak tidur seharian buat ngerjain laporan yang asistennya minta pembahasan komplit. Paling saya ingat, laporan paling tebal adalah laporan praktikum Biologi perilaku, laporan paling banyak liat textbook untuk pembahasan adalah laporan praktikum Fisiologi hewan, laporan yang paling capek nulisnya adalah laporan praktikum Fisiologi tumbuhan, dan laporan yang saya paling susah nulis cara kerja dan pembahasan ialah laporan genetika dan biologi molekuler.

Oke, bagaimana ga susah nulis laporan dua praktikum di atas, secara selama menjalani praktikumnya saya selalu menyebut keduanya praktikum gaib. Gaib alias ga keliatan. Iya, ga keliatan apa-apa. Kerja kita cuma masukin cairan berapa mililiter ke dala tube, kocok-kocok bentar, trus asisten ngesentrifuganya, abis disentrifuga, diambil supernatannya, campurin lagi ke entah cairan apa, masukin ke sini, masukin kesitu. Pokoknya cuma ngikutin perintah asisten. Dan… simsalabim abakadabra, hasilnya muncul berupa garis yang disebut band! Eng ing eng…data diolah menjadi angka. Angka terakhir harus dibahas.

Bingung kan?

Saking bingungnya saya, saya selalu ngebacot entah apa untuk membahasnya. Ajaibnya lulus juga tu mata kuliah.

Meskipun lulus, saya berniat dalam hati, ga deh ngambil bidang ini buat tugas akhir.

Dan ga pernah kepikiran untuk mengambilnya buat pendidikan selanjutnya.

Tapiiiiiiiiiiiiiii………………………

Saya terkena karma! Karena saya napsu banget pengen ngambil spesifikasi bioremediasi, jadilah saya mengapply untuk program master di biotechnology and applied chemistry. Dan siapa yang tahu, kalau di lab saya, semua haaaaaal yang dulu pernah dilakukan di praktikum gaib ada semuaaa!!! Jadilah saya kayak orang bloon ga tau apa-apa. Untung Fuji-senpai mau ngajarin saya, kalo ga habislah saya. Terlebih lagi, saya kan ga jago kimia, kimia dasar aja dapat D pas S1, ini sok-sok-an pula masuk ke bidang applied chemistry.

Nampaknya, mau tidak mau, suka tidak suka, sudah terlanjur basah. Sudah masuk ke sini, harus bisa keluar dari sini. Mau tidak mau, selama dua tahun saya akan terus melakukan praktikum gaib. Huahahahahaa…

Saya jadi ingat dekan saya pas S1, Pak Intan. Beliau dulu paling ga bisa dengan apa yang namanya entomologi. Namun, beliau memutuskan untuk mendalami bidang tersebut, dan hasilnya…beliau jadi seorang ahli di bidang tersebut. Mudah-mudahan saya bisa mengikuti jejak beliau… menjadi kuda hitam yang kemudian diperhitungkan di bidang biotechnology and applied chemistry, amiiieeen…

Cheers!

Nilna Amelia

5 thoughts on “Tidak menyangka akhirnya jadi begini

  1. Dear kunil,

    pastinya tidak terlalu abstrak dan gaib ko dunia tersebut..malah saking kecil dan mikronya itu yang membuat selalu penasaran dan pengen belajar lebih hehehe…. ayo semangadd..

    satu hal yang saya pelajari dari dikau..kamuh berani keluar dari ZONA AMAN anda..^.^ mau mencoba dalam dunia yang menurut kamuh GAIB hehehhe

    SEMANGADDDD

    • Waaaah…master genetika dan bimol muncul juga…hehehehe…Iya,Pur, semoga saya tetap semangat berpraktikum gaib selama dua tahun, doakan saya yaaa😀

      Hahahahaa…bimol dan genetika memang benar-benar di luar zona aman nih. Sensei ampe bilang, “jadi dulu kamu penelitiannya apa?” wkwkwkw, ketauan deh pengetahuan saya masih tiarap di bidang per-gaib-an ini :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s