My Sanctuary

Dear diary,

Yappari, kamar saya adalah tempat terbaik selama di jepang. Kecil sih, ibaratnya sekali roll belakang juga langsung mentok (kayak bisa aja saya roll belakang,hahaha…). ukurannya berapa ya? saya ga jago ngukur-ngukur euy, dikira-kira aja mungkin 3×5 meter, udah gabung sama dapur dan kamar mandi.

Meskipun kecil, dan kadang-kadang air di jendela suka netes masuk ke kamar, dinding pun tipis, tapi saya senang. Kenapa? Karena disini adalah sanctuary saya. Tempat saya bisa menjadi diri sendiri tanpa peduli apa yang terjadi di luar kamar. Tempat saya bisa menjalani hobi saya, chatting dengan orang tua dan sahabat, masak makanan saya tanpa ada yang ngomentarin enak atau enggak, dan bisa sholat serta ngaji tanpa ada yang ngeliatin. Semuanya hal-hal yang nyaman saya lakukan.

Satu-satunya tempat saya bisa tertawa lepas menonton film, menangis karena sesuatu atau mengeluarkan uneg-uneg jika ada hal yang tidak berkenan.

Tempat saya bisa melepas topeng saya dan menjadi diri sendiri.

Tempat saya untuk tidak berpura-pura.

Tempat saya mengucapkan “selamat tidur” pada kedua orang tua saya.

Tempat saya menghadap kepada Sang Pencipta, bermohon kepadaNya agar saya bisa melalui hari-hari saya dengan baik.

Tempat saya memulai langkah baru di hari baru, merajut cita-cita saya.

Cheers!

Nilna Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s