S.E.N.S.E.I

Dear diary,

Beberapa minggu ini bawaan saya kesal terus sama Sensei. Ada aja hal-hal yang ngebuat beliau menegur saya. Yang saya ngerjain tugas lainlah, yang salah datalah, yang salah metodelah, macam-macam pokoknya. Memang sih, kalau dipikir-pikir saya yang salah, sensei ga salah. Sedihnya lagi, meskipun saya sudah berusaha keras untuk tidak salah, masih tetap aja salah di mata Sensei. Huhuhuhu…

Puncaknya ialah ketika saya sedang pusing-pusingnya mempersiapkan presentasi lab pada hari Rabu. Untuk presentasi, saya ingin sekali bisa presentasi dalam Bahasa Jepang, meskipun Sensei pernah bilang kalau oke-oke saja sih presentasi dalam bahasa Inggris, tapi pasti ga ada yang ngerti. Karena perkataan Sensei itu, saya pengen banget nunjukin kalau saya bisa presentasi bahasa Jepang (keras kepalanya kumat.com). Jadilah saya jungkir balik buat nyiapin presentasi itu.

Walaupun lagi jungkir balik, koprol depan, koprol belakang, sampai sikap lilin juga buat nyiapin itu presentasi, teteeeep aja Sensei ngampirin saya sambil nanya, ” gimana progres penelitianmu?”

Ya saya jawab aja, ” Tiga hari yang lalu baru inokulasi bakteri, jadi sekarang nunggu sampai bakterinya tumbuh. Besok baru buat medium, lalu lusa inokulasi bakteri ke medium.”

Terus Sensei malah jawab, ” baru itu saja?” yang kalau disambung lagi maksudnya, kok ga maju-maju sih?

Akibatnya saya jadi gondok gitu. Plis atulah, ini teh lagi nyiapin presentasi. Ntar kalo presentasinya selesai, saya baru bisa konsen penuh buat penelitian. Saya kan bukan orang super multitasking, Senseiiiii…

Lalu, pas presentasi pun masih dibilang salah, sebab jurnal saya ga lengkap, padahal sudah saya lengkapin. Yo wess lah, terima aja…

Dan hari ini saya pun mulai pekerjaan paling berat dari rangkaian penelitian saya, ekstraksi. Sebelumnya Sensei menyuruh saya untuk mencari metode sendiri mengenai ekstraksi. Jadilah saya mengumpulkan beberapa jurnal untuk referensi metode ekstraksi yang jujur saja, saya belum pernah ngelakuinnya.

Selesai bergumul dengan jurnal maka jadilah metode ekstraksi yang paling terbayang oleh saya. Saya perlihatkan ke Sensei, beberapa di revisi oleh beliau dan akhirnya saya pun mulai mengerjakan ekstraksi tersebut.

Pertama kali ekstraksi, tanpa ada yang ngebimbing. Jadilah saya meraba-raba dalam mengerjakannya. Pas di tengah jalan, saya bingung. Ini betul apa enggak ya metodenya? Mana Sensei lagi ga di lab, jadilah saya maju terus walopun penuh keragu-raguan.

Jam lima sore, sensei datang. Saya langsung laporan. Ternyata ada yang salaaaaaaah (lagi)!!!! Kemudian Sensei kembali mengecek kerjaan saya dan langsung bilang:

” kore wa yokunai”

artinya: ” ini ga bagus”

Wakwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaw….blunder lagi blunder lagi!!!!!

Dalam hati saya cuma bisa pasrah saja deh. Dimarahin dimarahin lagi deh. Telan aja. Lagian saya yang salah, dan lagian kalo dimarahin saya bisa belajar.

Ternyata beliau ga marah. Malah beliau memperbaiki kesalahan saya, nambahin aseton ke larutan saya sampai hasilnya jadi (lebih) baik, walaupun ga baik juga. Walaupun di sela-sela beliau memperbaiki dan menerangi kesalahan saya, saya disinidir juga, hahahahaa…

Intinya, saya melihat Sensei dari sudut pandang lain. Selama ini saya melihat Sensei sebagai orang yang sering meneror saya dengan memberikan berjibun-jibun kerjaan sampai malam dan kalau salah pasti dimarahin di depan banyak orang. Tapi hari ini saya melihat beliau sebagai pembimbing akademis saya yang mau memperhatikan detail kecil dan meluruskan kesalahan yang saya buat, marahnya beliau sebagai cambuk bagi saya agar tidak mengulangi kesalahan lagi.

Sensei, kyou wa hontou ni arigatou. Mudah-mudahan besok saya bisa membuat Sensei tersenyum dengan tidak mengulangi kesalahan lagi.

^^

Cheers!

Nilna Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s