The life scenario

Dear diary,

Sudah lama banget saya ga update ini blog. Padahal dulu janjinya mau tiap hari update blog. Hahahahaa…janji tinggal janji ini namanya…

Ngomong-ngomong sekarang udah Bulan Juni aja, udah pertengahan lagi, ntar lagi Juli. Ga kerasa udah masuk musim panas aja. Padahal rasanya baru kemarin saya harus bertahan di tengah dinginnya salju.

Bulan Juni, setahun yang lalu, di waktu yang sama, saya masih jadi staff magang di Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Masih terombang-ambing dan ragu-ragu dengan impian saya ke Jepang.

Lalu dua tahun sebelumnya, saya sedang mengerjakan TA saya. Tiap hari pasti ke PAU lantai 6. Ke terasnya. Mengukur mahluk-mahluk mini dengan counter, mengukur pH, kelembaban, nitrat, ammonia, ortopospat. Menikmati hari-hari indah di lab ekologi. Masih bermimpi untuk bisa lulus bulan Oktober dan lanjut S2 di Jepang.

Tahun 2007. Hmmm, sedang apa ya saya? Ooh, sedang sibuk-sibuknya Tribute To Earth dan Kerja Praktek. Sedang berusaha mengisi waktu-waktu saya sebagai mahasiswa dengan kegiatan-kegiatan yang menarik.

Tahun 2006. Let’s say, terlewatkan begitu saja. Lalu tahun 2005, mungkin saat itu tidak begitu baik. Saya ingat ga lama setelah itu saya putus dengan pacar saya. Menangis sejadi-jadinya di Campus Center. Ditemani sahabat saya, Hikmah serta Puput dan Idham.

Mungkin dulu, di saat-saat sedih, katakanlah saat putus, lalu saat saya tidak punya semangat mengerjakan TA. Saya berpikir, is it the end of me? Will I forever stuck like this, and run away?

But still, life must go on.

And, thanks to Allah, who guide me through all the problems that seem impossible for me to solve.

And now, I’m here. In the place that maybe, three years ago, still in my dream. I’m so grateful, that I can be a person who could reach my dream. Really really thanks to Allah for giving this chance.

Dan…, satu hal lagi yang membuat saya bersyukur.

Akhirnya saya dipertemukan oleh pria yang bisa membuat saya melalui hari-hari disini menjadi lebih menyenangkan. Pria yang akhir-akhir ini selalu mengisi hidup saya disini. Meskipun saya belum pernah bertemu dengannya secara langsung, dan mungkin pernah terlintas di benak saya kenapa baru sekarang saya bisa mengenalnya, saya tetap bersyukur kepada Allah. Karena sekali lagi, akhirnya doa saya terjawab. Dan saat ini saya berusaha menjalani apa yang sudah ada dengan sebaik mungkin.

Impian, cita, harapan, dan cinta. Saya bersyukur hal-hal tersebut ada dalam hidup saya, ada dalam skenario hidup yang saya jalani saat ini. Saya tahu, kalo ke depannya, mungkin tidak akan selalu mulus, mungkin akan ada hambatan. Tapi saya akan selalu berusaha melihat hal-hal terindah yang sudah diberikan Allah kepada saya, agar saya bisa membuat cerita yang indah di ujung nanti.

Cheers!

Nilna Amelia

3 thoughts on “The life scenario

  1. jadi mikir. dulu gue ngapain yahhhh????

    2009 -> kayanya lagi tralala trilili sambil mempersiapkan diri ke jepang. walau udah nyampe ke jepang tapi tetep nda beres semua

    2008-> berkutat di pau lantai 4 untuk tesis. ternyata sudah 2 tahun yang lalu aku meninggalkan itb. lama juga yah :p

    2007 -> sepertinya gak beda dengan anak2x kuliah. sibukin tugas-tugas proyek yang dikasih dosen. dulu kayanya disuruh bikin kalkulator. jadi inget dulu ampe gak tidur. ketika selesai semua pulang ke rumah dan pergi ke tempat relaksasi. wuiihhhh eunaaaakkkk banget

    2006 -> kalau ini ngurusin 2 hal. lulusan di ui dan masuk ke itb🙂

    2005 -> adalah masa-masa terindah di ui. dimana aktif di ukm dan banyak junior2x yang menyenangkan. tapi sayang itu sudah masa lalu.

    upsss jadi kaya nulis di blog sendiri. maap:p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s