MerindukanMu

Ketika hati ini sudah bergelimang dosa,

jauh dari lubuk hati, ada suara yang meronta-ronta, berteriak kepadaku untuk segera menghentikan dosa yang selalu kulakukan,

perlu bertahun-tahun untuk tersadar, bahwa ia terus meronta-ronta,

ternyata ia menyentilku, menyentil sanubariku yang paling dalam…

seketika itu aku tersadar,

sudah terlalu jauh melangkah,

terlalu jauh terjebak dalam dosa,

bingung untuk melangkah,

hampa,

sepi,

ketakutan,

itu yang kurasakan,

hingga kemudian dada ini terasa hangat ketika aku kembali mencoba menyebut namanya melalui qalbuku. Seketika itu, aku merindukanNya, merindukan kasih sayangNya,

sekarang yang kupunya hanya keyakinan di dada, dan sebuah kitab yang menjadi kalamNya…

ya, aku merindukanNya, merindukan untuk mencintaiNya tanpa syarat, tanpa imbalan, merindukannya ketika pertama kali aku mendengar namaNya melalui suara qomat yang dilantunkan ayahku ketika aku lahir di muka bumi ini, merindukannya ketika aku mengenal namanya saat bangku TK, merindukannya saat aku mulai belajar sholat, merindukannya saat aku belajar mengenal Islam. Ya, aku ingin kembali… kembali menjadi seseorang yang mencintainya, tanpa syarat, hanya mencintainya…

Tunjukkanlah jalannya, Sang Maha Cahaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s