So lucky to have you, guys!

Dear diary,

Melihat tiga bulan ke belakang, saya banyak belajar. Belajar tentang hidup, belajar tentang keikhlasan, dan yang terpenting belajar mengenai Allah SWT dan Rasulullah. Yang terpenting belajar tentang kebaikan. Selama ini saya tidak sadar, bahwa saya dikelilingi oleh beribu kebaikan yang dulu tidak pernah saya lihat karena saya dibutakan oleh kejahatan dalam diri saya.

Saya tersindir oleh firman Allah SWT:

Demi jiwa dan penyempurnaannya

Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaan

Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwa itu

Dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya

(QS Asy-Syams 7-10)

Setiap jiwa dihadapkan pada dua pilihan: baik atau buruk. Dan setiap jiwa bebas memilih, mau jadi baik, atau mau jadi buruk. Setiap orang pasti menginginkan untuk menjadi baik, dan jalannya tidak mudah. Malah tanpa disadari sudah berkubang dengan keburukan. Itu mungkin yang saya alami, dulu.

Ketika itu saya tidak bisa melihat kebaikan sedikit pun. Namun, Allah rupanya masih sayang sama saya, ketika saya berada di jurang futur Dia menyadarkan kembali saya melalui nasi.

Nasi?

Ya, waktu itu saya stress berat, dan saya meninggalkan apartemen tempat saya tinggal selama 10 hari lebih. Biasanya sebelum meninggalkan rumah, saya selalu mengecek apakah alat-alat elektronik, gas, dsb sudah dimatikan. Hari itu tidak. Dengan tas yang berisi pakaian seadanya saya pergi begitu saya, rumah dalam keadaan berantakan. Saya kembali ke rumah setelah 10 hari, bersama ibu saya yang datang untuk mengunjungi saya, beliau khawatir dengan keadaan saya. Ibu saya terkejut melihat kamar saya. Dan ia menemukan seonggok nasi yang sudah menghitam dalam rice cooker.

Ya, di hari kepergian saya, saya lupa mematikan rice cooker. Rupanya Allah melindungi saya, Allah masih sayang sama saya, Ia tidak membiarkan rice cooker tersebut terbakar dan menghanguskan apartemen saya. Disitu saya tersadar, kebaikanNya tidak pernah terputus, kepada mahluk-mahlukNya.

Saya jadi malu. Malu kepadaNya, malu kepada Nabi Muhammad SAW, malu kepada orang tua, malu kepada teman-teman saya. Betapa lemahnya saya waktu itu. Dan betapa bodohnya saya yang begitu buta dan tidak pernah melihat kebaikan dalam diri saya. Padahal jika dilihat, Allah memberikan kebaikan yang berlimpah dalam diri saya. Hati yang selalu peka, akal yang sehat, badan yang kuat, dan semua kebaikan-kebaikan itu. Tapi saya menyia-nyiakannya.

Dan ketika saya melihat sekeliling saya. Saya dikelilingi oleh orang tua yang sangat sayang pada saya, abang yang pengertian, kakak ipar yang perhatian, calon suami yang baik dan keluarganya, teman-teman yang tidak pernah lelah mendukung saya.

Ketika melihat calon suami dan teman-teman saya, saya jadi malu. Mereka orang-orang hebat. Mereka para malaikat yang dikirim ke saya untuk membuat saya tegar menjalani hidup ini. Kalau boleh saya bilang, mereka adalah pemuda-pemudi yang menjunjung tinggi Kalimat Allah dan terus berjuang di jalannya. Disini saya merasa beruntung, saya dikelilingi oleh mereka. Mereka siap mendukung saya kapan saja, bahkan di saat saya berada dalam jurang futur saya.

Mereka adalah alasan saya menulis ini, mereka yang menyadarkan hati saya, bahwa saya bisa memiliki kebaikan seperti mereka. Kebaikan yang diletakkan Allah di hati saya, dan harus saya gunakan sebaik mungkin. Mereka ada penyemangat saya, seperti halnya keluarga saya. Dan saya berharap, saya bisa bergabung dengan mereka nantinya di Syurga bersama Rasulullah dan para Sahabat.

Jika kamu mengatakan persaudaraan dalam muslim adalah persaudaraan terkuat yang diikat tanpa aliran darah, ya itu betul. Dan saya merasakannya🙂

Cheers!

Nilna Amelia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s