Halal dan haram: Pengalaman di Jepang vs Proteksi diri di Indonesia

Dear diary,

Februari adalah bulan kelahiran ibunda saya. Biasanya saya yang paling sibuk buat nyari-nyari kue, nyari-nyari lilin, bikin surprise, dll. Who knows, ternyata kesibukan ini jadi salah satu job desk saya di kantor yaitu bikin pengumuman siapa yang ulang tahun hari ini, terus nanti tau-tau ada kue yang sudah dibeli ibu manager, dan saya yang bertugas nyari korek buat nyalain lilinnya. Hahahaa…

Lha, malah cerita kerjaan, piye tho?

Back to topic. Berhubung ibu saya mau ulang tahun, saya mulai nih nyari-nyari took buat beli cake. Pengennya sih bikin, berlatih kemampuan bikin cake waktu di Jepang. Tapi yaa…, ga ada oven bo di Jakarta, plus males juga sih #plak! Nah pilihan jatuh ke The H*****t atau C*****cake F*****y. Ini dia toko kue happening di Jakarta n Bandung.

Sejenak saya mikir, ini kan kue-kuenya kue bule semua ya. Maksudnya species-species kayak red velvet, rainbow cake, tiramisu, blackforest, dll itu kan dari barat semua. Nah meskipun ga tau, ga menutup kemungkinan kan kalo kue-kue itu ada rhum atau gelatin, yang mana ga halal dalam Islam. Jadi aja, saya mengurungkan niat untuk memesan kue-kue disana. Bukan apa-apa, takut aja sih, karena saya ga tau, saya jadi takut untuk membeli. Coba kalau kedua toko itu ada sertifikat halalnya, saya langsung tancap gas aja.

Saya termasuk manusia picky soal makanan. Picky soal haram ato halal. Dan saya bersyukur saya dianugerahi sifat ini. Bukan mau merepotkan diri, tapi daripada repot di akhirat nanti, mending repot disini. Tanya ini itu biar makannya enaklah, ga merasa berdosa.

Waktu di Jepang, Alhamdulillah saya dikelilingi teman-teman yang sholeh dan sholehah. Yang non-muslim juga sangat menghargai pilihan kami untuk tetap menjaga makanan kami. Jadi kesalahan mengonsumsi makanan haram bisa sangat diminimalisir. Tau sendirilah, di Jepang kan mayoritas makanannya ada babi semua (bahkan sampai kue-kuenya, juga mengandung pengemulsi dari babi).

Jadi, setiap belanja makanan, kami selalu ngecek dulu, baik di internet atau liat ingredientsnya, halal atau ga sih? Kalau ada makanan-makanan yang di ingredientsnya tertulis seperti ini sebaiknya dihindari:

豚肉 daging babi

ポークpork

乳化剤pengemulsi, kalau tidak ada tulisan (大豆由来) sebaiknya dihindari saja, tapi kalo ada berarti dari pengemulsi nabati

鶏肉daging ayam (kan ga dipotong secara Islami, jadi ga halal dong)

牛肉daging sapi (sama juga kan ga halal karena ga dipotong secara Islami)

ゼラチンgelatin, mostly derived from pig

ワインwine

マーガリン margarine, dulu pernah dikategorikan ga halal sama muslim Jepang, tapi saya kurang tahu kalo sekarang ada kebijakan baru kalau pemerintah jepang mengganti margarine hewani jadi nabati. Yah ga tau juga sih, sebaiknya menghindari sajalah.

コンソメkaldu, biasanya dari hewani

酒 sake

ラードlard, derived from pig

masih banyak lagi yang dikategorikan haram. saya ada kasih link makanan halal di blog ini (di bagian kiri). Buat yang mau ke Jepang, cek dan ricek saja disana. Sangat membantu lho. Atau bisa juga di fb search Serijaya Indonesia. Disana kamu bisa nemuin makanan apa saja yang halal atau enggak.

Balik lagi ke Indonesia. Disini mungkin kita merasa aman dengan makanan yang di sekeliling kita. Toh kita kan Negara muslim terbesar di dunia, pastilah yang masuk kesini sudah halal. Eits, jangan salah. Saya pernah nemuin makanan-makanan Jepang yang ga halal dijual bebas di supermarket besar di Indonesia dan ga dibedain raknya dengan makanan halal lainnya.

Sejak saat itu saya langsung horror sendiri. Kalau begitu ga semua makanan disini halal dong. Ya iyalaaaaaah…. emang disini muslim semua. Bagaimana pun Indonesia kan Negara yang menjunjung pluralitas. Banyak juga yang non-muslim, jadi banyak yang mengonsumsi makanan haram menurut Islam. Beberapa toko memang mencantumkan kalau mereka memakai bahan-bahan haram. Dan saya lebih menghargai yang seperti itu, daripada yang diam-diam ga bilang ternyata di dalamnya ada babi.

Balik lagi ke Jepang. Saya pernah makan di restoran sama teman-teman Malaysia. Kita semua berjilbab. Waktu itu saya mau pesan makanan paella, makanan spanyol gitu. Pas mau pesan, si pelayannya bilang, wah kalo yang ini kamu ga bisa makan, ini ada babinya. Wow! Segitu perhatiannya mereka sama pelanggan. Coba kalau mau untung saja, bisa aja kan gausah dibilang, toh si pembeli ga tau juga.

Saya ga bilang di Indonesia penjualnya ga jujur. Banyak kok yang jujur bilang kalo makanan yang mereka sajikan itu haram. Tapi ada juga kan yang ga jujur. Nah disinilah kita harus mengontrol diri kita. Kita adalah benteng terakhir buat diri kita sendiri. Kita yang menentukan kita mau makan yang halal, syubhat atau haram.

Melalui blog ini saya cuma mau menyampaikan saja. Ga semua makanan di Indonesia halal. Ketika kamu keluar negeri, kamu sangat preventif dan selalu ngecek mati-matian makanan yang mau kamu makan itu halal atau ga. Dan ketika di Indonesia, sebaiknya sikap itu ga dihilangkan. Kewaspadaan itu harus ada. Karena di Indonesia juga, budaya luar sudah masuk dengan luasnya, banyak makanan western, makanan China, Jepang, Korea, Thailand, bahkan makanan nusantara juga yang kita ga tahu bahan-bahannya apa aja. Karena itu, tetaplah waspada, tetaplah menguatkan iman kita. Dan jangan lupa saling mengingatkan satu sama lain.

Cheers!

Nilna Amelia

One thought on “Halal dan haram: Pengalaman di Jepang vs Proteksi diri di Indonesia

  1. Artikel bagus mbak.. cukup membantu buat yang mw cari makanan halal di negeri sakura.. tapi ane lebih-lebih dalam parno-nya.. katakanlah makanan olahan berlabel halal tapi 1 pabrik sama pabrik (produsen) makanan gak halal gimana tuh? Atau gambaran lain daging sapi mentah (katakanlah disembelih secara islam) tapi dijual 1 tempat ama yang jual daging gak halal (yang pasti hasilnya muter buat kulakan lagi). Jadi susah pastikan makanan yang bener2 halal kalau di negeri mayoritas non-muslim. Wallahu a’lam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s