Charms of Kobe

Image

ImageImageImageImageImageImageImageImageImage

Photos were taken on May 2011 by me 🙂

Cheers!

Nilna Amelia

Advertisements

Kalau ke Tokyo kemana saja ya?

Dear diary,

Beberapa hari lalu sahabat saya bilang kalau dia mau berlibur ke Tokyo-Jepang selama lima hari, trus dia nanya, rekomendasi tempat unruk dikunjungi apa yaa?

Hmmm… Tokyo adalah kota kedua yang sering saya kunjungi setelah Kanazawa. Hahahaa… Ke Tokyo biasanya buat liburan, kalau ke Kanazawa buat ngegeratakin apatonya teman :p

Okay, you can get any kind of vacation that you want in Tokyo and around. Mau wisata budaya, wisata shopping, wisata teknologi ada… eh, kecuali wisata alam…hahahaha…Tapi jangan takut ada kota-kota di pinggiran Tokyo yang punya daya tarik alam yang keren.

Nah, ini saya kasih beberapa spot tujuan wisata untuk perjalanan ke Tokyo selama 5 hari 🙂

Hari pertama (sampai di Jepang malam sebelumnya atau paginya):

Karena masih capek perjalanan 7 jam Jakarta-Tokyo (9 jam kalo mungkin ada transit) sebaiknya jalan-jalan di sekitaran Tokyo saja dulu. Bisa ke kawasan elektronik Akihabara. Trus ke Tokyo Sky Tree, landmark kota Tokyo yang ada di daerah Asakusa. Disini juga ada Sensoji Temple, pasar buat belanja oleh-oleh murah, juga ada Mesjid Asakusa, imam disini orang Indonesia lho (mudah-mudahan belum diganti). Bisa ke Ueno juga kalau mau, ada Ueno Zoo disini. Kenapa Ueno? Karena disini ada kebab halal yang enak banget dan juga mesjid Ueno buat sholat Dzuhur dan Ashar. kamu bisa numpang sholat disini.

Image

Akihabara at night

Hari kedua dan ketiga:

Nah di hari ini kamu bisa tentukan satu spot wisata yang bisa kamu habiskan seharian. Misalnya kamu mau main-main di Disneyland atau Disneysea. Atau bisa juga wisata alam ke daerah Nikko, wisata budaya ke Kamakura, atau mau tempat romantis? Yokohama bay bisa jadi pilihan. Jadi misal hari pertama mau ke Disneyland, hari kedua bisa ke Nikko.

Hari keempat:

Pagi-pagi sekali kamu bisa ke Tsukiji fish market liat orang Jepang lelang ikan dan makan sushi yang paling enak di Tokyo (katanya ya, saya belum pernah nyoba, dan saya nyesel selama di Jepang ga nyobain T___T). Kemudian bisa cuci-cuci mata di Shinjuku dan Shibuya, liat masyarakat muda di Harajuku. Sorenya kalo belum capek, kamu bisa jalan-jalan ke Odaiba, pulau buatan di Jepang yang futuristik. Bisa main-main disana sampai malam. Tapi jangan lupa sholat yaaa 🙂

Hari kelima:

kalau saya milih jalan-jalan santai aja sebelum pulang. Biasanya ngiterin Yamanote line, jalur kereta tersibuk di Jepang dan lintasannya loop, jadi bisa muterin semua stasiun besar di Jepang. Atau jalan-jalan ke imperial palace atau mungkin ke roppongi hills. Yah, sebelum pulang ke tanah air, kalau ada spot yang ingin dikunjungi di dalam Tokyo, ini kesempatan terakhir.

Oke, segitu aja dulu saran saya untuk rencana jalan-jalan di Tokyo. Next time, saya buat rencana jalan-jalan di Kobe atau Kyoto, 2 kota favorit saya di Jepang 🙂

Have a nice trip!!

Cheers!

Nilna Amelia

My dearest Opa

Dear diary,

Tiba-tiba saja saya ingin menceritakan opa saya. Catet ya, opa bukan oppa dalam Bahasa Korea. Opa adalah ayah dari ayah saya, alias kakek saya. Sepanjang yang saya tahu, Opa adalah figur yang disiplin, murah senyum, dan pencinta palm suiker. Dari opalah saya suka makan roti tawar pakai palm suiker. Almarhum Opa, berpulang ke rahmatullah ketika saya duduk di kelas dua SMP, sekitar tahun 1999.

Almarhum Opa sejak kecil diadopsi oleh saudara Aki (Buyut saya, atau ayahnya Opa) yang cukup berada. Dari merekalah Opa dapat mengenyam pendidikan di sekolah Belanda yang pada saat itu tidak semua masyarakat Indonesia dapat mengenyam pendidikan. Opa disekolahkan hingga tamat STM (sama dengan SMK pada zaman sekarang).

Tamat STM, ternyata Opa lebih suka main bola, dibandingkan bergelut di perteknikan. Hingga suatu saat salah satu teman Opa mengajak Opa untuk merantau ke Plaju (Sumatera Selatan). Akhirnya merantaulah Opa dengan harapan bisa bermain bola dan mengais rezeki dari olahraga itu.

Di Plaju, tepatnya Sungai Gerong, Opa menjadi salah satu pemain di Stanvac. Stanvac inilah cikal bakalnya Pertamina sekarang. Dari sinilah Opa mulai bersosialisasi dengan pekerja Stanvac, dan akhirnya beliau terlibat dalam pembangunan kilang Stanvac. Latar pendidikan Opa dari STM dan juga sekolah Belanda memudahkan Opa untuk membantu pembangunan kilang. Beliau dipercaya menjadi perantara para engineer stanvac yang orang Belanda dengan pekerja stanvac yang orang Indonesia. Opa yang menguasai bahasa Belanda menjadi agen transfer teknologi antara Belanda dan Indonesia. Akhirnya, Opa sendiri pun semakin ahli dalam pembangunan kilang hingga akhirnya beliau direkruit menjadi pegawai Stanvac.

Dari sinilah Opa mulai menetap di Sungai Gerong. Beliau bertemu dengan Oma yang merupakan anak pegawai Stanvac. Oma sering dibawa ke pertemuan dengan pekerja Stanvac oleh ayahnya karena Oma jago berbahasa Belanda. Di pertemuan inilah, konon Oma dan Opa bertemu.

Oma dan Opa pun menikah hingga dikaruniai 10 anak. Anak kelima adalah ayah saya. Ayah saya mengenyam pendidikan di Teknik Kimia Sriwijaya dan bertemu teman sekampusnya yang menjadi mama saya. Mama adalah anak turunan Minangkabau yang ayahnya merupakan TNI dan bekerja di Palembang.

Selain di Sungai Gerong, Opa juga terlibat dalam pembuatan kilang minyak Stanvac di Dumai dan Sungai Pakning yang sekarang semuanya milik Pertamina.

Opa kemudian pensiun dan kembali ke tanah kelahirannya, Bogor. Hingga akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya di Bogor yang ia cintai.

Saat ini, setiap kali saya melewati kilang di Sungai Gerong, atau masuk ke dalam kompleks kilang Dumai, saya selalu teringat Opa. Rasanya rindu saya pada Opa terobati dengan menatap kilang-kilang tersebut. Bagaimanapun Opa juga merupakan pejuang, meskipun ia tidak angkat senjata melawan penjajah, tapi berkat usahanya, kini kilang-kilang tersebut dapat digunakan dan dioperasikan sehingga menghasilkan berliter-liter solar, premium, avtur, dan juga kerosene.

We love you, pa!

Mudah-mudahan kami bisa menjadi penerus bangsa yang memberikan banyak sumbangsih kepada negara ini.

 

Cheers!

Nilna Amelia

 

Perubahan-perubahan kecil

Dear diary,

Saya memang pemalasan…salah satunya malas nulis blog. Hahahahaa…. Berhubung jauh dari suami, kerjaan tiap hari cuma ngantor-pulang-bobo, akhirnya saya kembali terdampar disini, nulis lagi deh. wakakakaa…

Jadi ada update-an apakah kali ini? Hmmm…apa bener kerjaan saya cuma ngantor-pulang-bobo. Yaaa ga juga siiiiih…. disela-selanya ada makan-sholat-baca-fesbukan-nelpon. Hehehehe…masih standar-standar aja.

Tapi sebenarnya ada yang berubah ga sih?

Ya ada sih…

Saya jadi lebih concern sama siklus mens saya. Hahahahahaaa…. Sejak nikah jadi update persoalan masa subur, ovulasi, kapan waktu yang pas buat test pack, dll. Makluuum, sedang mengharapkan untuk hamil, tapi sampai sekarang masih belum…nampaknya harus lebih bersabar lagi 🙂

Selain itu? Hmmm…lagi concern soal duit! Hahahaa…mau punya rumah baru, bakal banyak pengeluaran… Saya juga coba-coba jualan juga, masih keciiiiiiiiiiil bangeeeet, yg beli baru kakak ipar sama ibu mertua…hahahaa… Lagi coba-coba jualan hijab, jadi reseller gitu. Lucu-lucu deh motifnya, kalo tertarik hubungi saya yaaa…hahahahaa…

Yang lebih kerasa, sejak nikah sih, saya jadi suka baca sejarah-sejarah Islam, kisah Para Nabi dan Rasul, kemudian kisah para Sahabat, kisah pejuang Islam seperti Salahuddin Al-Ayyubi, sampai kisah keemasan Islam di Eropa. Dulu sih saya mah asal tau aja, ooh…Nabi ini dulu gini, Nabi ini dulu gitu. Tapi sejak nikah, suami saya sering cerita macem-macem. Ga cuma tentang Nabi Muhammad SAW, tapi juga Nabi Nuh as, Nabi Ibrahim as, Nabi Daud as, Nabi Isa as, Nabi Sulaiman as, yaaa semuanya laaah…jadi tahu kenapa ada Yahudi, Kristen, Islam, trus tentang 4 khalifah, waaaah macem-maceeem laaaaah…. lama-kelamaan jadi tertarik trus sekarang kalo suami jauh suka browsing-browsing aja baca di internet, trus nanti sharing sama suami lewat telfon. Hehehe…ternyata asik banget belajar sejarah Islam, yang ternyataaaa jauuuuh lebih asik dibandingin sejarah lainnya (karena udah banyak simpang siurnya, contohnya sejarah Indonesia).

Sekarang lagi suka nyari kisah tentang Salahuddin Al-Ayyubi. Pengen cari bukunya. Kalo ada yang tahu, kabar2i yaaaa 🙂

Well, yang kerasa sih sebenarnya perubahan-perubahan kecil aja. Mungkin karena saya masih tinggal jauh sama suami dan belum “isi”, jadi perubahan besar yang signifikan seperti kebanyakan pasangan pasutri lainnya belum kerasa. Kesannya masih seperti pacaran. Hahahaaa…. Tapi ternyata, dengan adanya perubahan-perubahan kecil ini, saya yakin akan memberikan efek yang besar begitu nanti memulai hidup bareng sama suami di rumah kami sendiri… Mudah2an saat yang dinanti itu segera tiba. Amiieen Ya Allah.

Cheers!

Nilna Amelia

Update duluuu dooongs :D

Dear diary,

Wiiiiih…udah lama ga ngisi blog ini, terbengkalai selama berbulan-bulan. It’s been a while since I left Japan for good. Lots of things happened.

Oh yes, I’m married now 😀

And I changed my status from single college student to married carrier woman.

My deepest grateful to Allah SWT for this favors. Alhamdulillah.

Udah mau 4 bulan sejak kepulangan saya dari Jepang. Kalo dipikir-pikir lagi, dulu pas saya masih di Jepang, kayaknya impossible banget bisa balik ke Indonesia sambil bawa izajah. But hey! Now I’m here. I finished my two years study and back to my lovely country.

Ada senang dan sedih juga sih ninggalin Jepang. Tapi banyakan senangnya sih :3 Hidup di negara sendiri emang lebih enak daripada di negara orang. Emang bener dah pepatah yang bilang hujan emas di negeri orang masih lebih enakan hujan batu di negeri sendiri.

Dikata macet kek, kotor kek, korupsi kek, apapun itu… Emang yang namanya tanah kelaharin still number one dah 😀

Disini ada suami, yang tiap bulan dinanti kedatangannya (yes, I still do the LDR…ups now it’s LDM) :p

Ada keluarga yang unyu-unyu…#eaaaa

Ada BFF yang bisa diajak sharing curhat ato sekedar bengong sehat bersama #apa pula inih?

dan tentunya masih ada penelitian2 di kantor…hahaha…emang jodoh gw ama ekstraksi dan kromatografi, ketemu lagi dah ama yang beginian -__-

Well, sekedar update-an singkat dari saya.

I kinda miss Japan.

Hopefully, someday, I will come back to Japan 🙂

Oh ya, meskipun terlambat, saya pengen ngucapin, Selamat menjalakan ibadan puasa Ramadhan 1433 H

Mohon maaf lahir batin 🙂

cheers!

Nilna Amelia